ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA GONDANG TERKAIT
PENGEMBANGAN
POTENSI DESA BERDASARKAN TEORI WILLIAM N. DUNN
ESSAI
Disusun
untuk diajukan dalam rangka pemenuhan tugas terstruktur mata kuliah Hukum Kebijakan
Publik
Oleh,
ULFA NUR CITRA DEWI
HTN 4C - PROGRAM SARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
Tulungagung, 2017
Desa
merupakan satuan pemerintahan yang paling kecil. Pemerintah desa diberi
kewenangan untuk menjalankan rumah tangganya sendiri, berdasarkan asas otonomi
daerah. Konsekuensinya, pemerintah desa harus membuat kebijakan tanpa campur
tangan pemerintahan diatasnya. Salah satu kewenangan yang boleh dilakukan oleh
pemerintah desa terkait pengembangan potensi desa. Seperti halnya di desa
Gondang, pemerintah desa, dalam hal ini diwakili oleh kepala desa, juga harus
membuat kebijakan atas perkara tersebut.
Padi
merupakan salah satu potensi desa Gondang yang sangat tinggi nilainya. Namun
pemerintah desa tidak membantu pemasaran padi sampai ke luar desa, bahkan
keluar kota. Pemerintah tidak melakukannya karena tindakan tersebut memerlukan
bea sedangkan APBDes yang diterima saat ini dialokasikan untuk kebutuhan lain
yang dianggap lebih urgent. Selain itu, pemerintah memiliki harapan agar
masyarakat bisa mandiri dan mampu memasarkan padinya keluar sendiri.
Thomas
Dey mengatakan “Whatever government choose to do or not to do” artinya,
apapun yang dipilih pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan
sesuatu. Menurutnya, melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sama saja
akan berdampak pada masyarakat sehingga bisa disebut kebijakan publik.
Pada
hakekatnya, menurut Thomas Dey, apabila pemerintah desa Gondang melakukan suatu
tindakan untuk pemasran padi pemerintah desa dapat dikatakan telah membuat
kebijakan publik. Begitupula apabila pemerintah desa Gondang tidak melakukan
tindakan apapun. Menurutnya apabila
pemerintah desa Gondang tidak melakukan tindakan, akan memberikan dampak
masyarakat lebih kreatif dan mandiri
untuk memasarkan padinya dan tidak akan
mempengaruhi APBdes.
Berbeda
dengan Mac Rae dan Wilde yang mengatakan bahwa kebijakan publik adalah
serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemerintah yang mempunyai pengaruh
penting terhadap sejumlah besar orang. Dalam hal ini, pemerintah desa Gondang
masuk dalam kategori pemerintah yang mempunyai pengaruh terhadap sejumlah besar
orang, tetapi pemerintah desa Gondang tidak membantu memasarkan padi (tidak ada
tindakan pada padi) maka pemerintah desa Gondang tidak dianggap telah membuat
kebijakan publik.
Menurut
mereka, apabila tidak ada tindakan terkait pemasaran padi maka tidak akan
mempengaruhi jumlah APBDes dan tidak pula memberikan dampak bagi Masyarakat
Desa. Sehingga pemerintah desa Gondang tidak dapat disebut telah menetapkan
suatu kebijakan publik. Namun apabila pemerintah desa Gondang melakukan
tindakan terkait pemasaran padi, maka pemerintah desa gondang bisa dikatakan
telah membuat kebijakan publik.
Terkait
pengembangan potensi desa, masih banyak potensi desa yang juga perlu adanya
pengembangan seperti: potensi kerajinan tangan (pisau, sabit, tampah dll) dan
potensi seni (jaranan, tari, karawitan, dll). Pemerintah desa boleh memilih
melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan terhadap potensi desa tersebut.
Penulis
berusaha menguraikan serta menjelaskan kebijakan pemerintah desa Gondang
mengenai masalah pemasaran padi. melalui pendekatan teori dari william N. Dunn
(2000), prosedur analisis kebijakan dengan tipe-tipe pembuatan kebijakan,
yaitu: (lihat buku terjemahan dari William N. Dunn (2000)
1.
Penyusunan Agenda (Agenda Setting)
Perumusan masalah dapat memasok pengetahuan
yang relevan dan dapat dipertanggung jawabkan dengan kebijakan yang
mempersoalkan asumsi-asumsi yang mendasari definisi masalah. Perumusan masalah
dapat membantu menemukan asumsi-asumsi yang tersembunyi, mendiagnosa
penyebab-penyebabnya, memetakan tujuan-tujuan yang memungkinkan memadukan
pandangan-pandangan yang bertentangan dan merancang peluang-peluang kebijakan
yang baru. Terkait kebijakan dari pemerintah desa Gondang, masalah ini
digolongkan pada karakteristik masalah yang saling bergantung (interdependence).
Masalah saling bergantung menurut William N. Dunn yatu maslah kebijakan dalam
satu bidang seringkali mempengaruhi maslah kebijkan lainya. Dari sini dapat
kita simpulkan bahwa kebijakan pemerintah desa Gondang untuk tidak membantu
masyarakat memasarkan padi, akan mempengaruhi kebijakan lain. Salah satu
kebijkan yang akan dipengaruhi adalah kebijakan peningkatan mutu.
2. Formulasi Kebijakan
Dalam tahap ini masalah tersebut berusaha
untuk dicarikan solusi atau alternatif
kebijakan melalui pembahasan oleh para penguat kebijakan. Alternatif kebijakan
diharapkan dapat menguji masa depan yang secara normatif bernilai ndan
mengestimasi akibat dari kebijakn yang diusulkan serta mengenali
kendala-kendala yang mungkin akan terjadi dalam pencapaian tujuan.
Untuk mengatasi maslah yang ada di desa
Gondang, pemerintah desa bisa memilih untuk: tidak mengambil tindakan apapun,
membuat pertemuan dengan warga untuk membahas terkait pemasaran padi warga,
memasarkan padi warga di kalangan para pejabat desa, membuat bazar desa untuk
memasarkan padi.
Alternatif kebijakan ini diambil karena
disebabkan karena beberapa hal:
1) Masyarakat diharapkan mampu memasarkan padinya
sendiri dan lebih kreatif melakukannya
2) Masyarakat akan diajak berunding untuk
menentukan bagaimana dan kemana padi akan dipasarkan. Diharapkan masyarakat
mampu mencari solusi bersama dengan pemerintah untuk memasrkan padinya
3) Apabila para pejabat desa mengkonsumsi padi
dari panen desa, maka diharapkan mereka akan merekomendasikan padi desa kepada
saudaranya di luar desa atau sesama pejabat desa dari desa lain
4) Bazar desa tidak hanya dihadiri oleh warga
desa daan pejabat desa itu sendiri, tetapi juga warga desa lain . Diharapkan
pemasaran padi desa akan meningkat dengan adanya bazar tersebut
Sebagai akibat dari alternatif kebijakan
tersebut yaitu:
1) Akan ada penumpukan padi di rumah para petani
2) Memerlukan waktu cukup lama untuk memasarkan
padi
3) Memerlukan bea yang cukup besar
3. Rekomendasi (Adopsi) / Implementasi Kebijakan
Rekomendasi membuahkan pengetahuan yang
relevan dengan kebijakan tentang manfaat atau biaya dari berbagai alternatif
yang akibatnya di masa mendatang yang telah diestimasikan melalui peramalan.
Ini membantu pengambilan kebijakan.
Pemantauan menyediakan pengetahuan yang
relevan dengan kebijakan tentang akibat dari kebijakan yang diambil sebelumnya.
Ini membantu pengambil kebijakan pada tahap implementation policy.
Penulis akan menguraikan manfaat terkait
alternatif kebijakan yang diharapkan oleh desa Gondang:
1) Meningkatkan kreatifitas warga desa dengan
memberikan kesempatan pada mereka untuk memasarkan padinya sendiri
2) Membantu masyarakat menemukan solusi pemasaran
padi
3) Meningkatkan daya ssaing padi desa Gondang
dengan desa lainnya
4) Penyediaan tempat promosi padi desa bagi
petani desa
Selama ini implementasi kebijakan tidak
menimbulkan masalah baru dalam masyarakat, akan tetapi membawa dampak buruk
bagi petani.
4. Evaluasi Kebijakan
Evaluasi kebijakan membuahkan pengetahuan yang
relevan dengan kebijakan tentang ketidaksesuaian antara kinerja kebijakan yang
diharapkan dengan yang benar-benar dihasilkan. Jadi ini membantu pengambilann
kebijakan pada tahap penilaian kebijakan terhadap proses pembuatan kebijakan.
Evaluasi tidak hanya menghasilkan kesimpulan mengenai seberapa jauh masalah
telah terselesaikan, tetapi juga menyumbang pada klasifikasi dan kritik
terhadap nilai-nilai yang mendasari kebijakan, membantu dalam penyesuaian dan
perumusan kembali masalah.
Dalam maslah ini pemerintah desa Gondang memilih untuk tidak melakukan
tindakan terkait pemasaran padi. Karena beberapa pertimbangan matang yang telah
diambil kepala desa. Kebijakan ini mungkin akan menimbulkan dampak buruk bagi
petani, tetapi sebenarnya kebijakan itu juga memiliki dampak baik bagi petani
dan desa. Terlebih lagi bagi anggaran APBDes.
Sumber data:
Dokumen RPJM Desa Gondang periode 2014-2019
Dokumen RKP Desa tahun 2015
Dunn N. William. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik: Edisi
Kedua. Universitas Gadjah Mada:
Yogyakarta.
Komentar
Posting Komentar